Teks Negosiasi (Pengertian, Struktur, Ciri-ciri dan Contoh)

Apakah negosiasi itu? Apakah sobat pernah bernegosiasi, mungkin dengan teman keluarga, ataupun rekan bisnis? Kali ini kita akan membahas tentang teks negosiasi. Teks Negosiasi merupakan materi pelajaran bahasa Indonesia kelas X (sepuluh) – Artikel ini membahas tentang struktur teks negosiasi, pengertian, tujuan, ciri-ciri negosiasi, kaidah kebahasaan, unsur pembangun, jenis-jenis dan contohnya.

Contents

  1. Tujuan Teks Negosiasi
  2. Manfaat Teks Negosiasi
  3. Pengertian Teks Negosiasi
  4. Jenis-jenis Teks Negosiasi
  5. Struktur Teks Negosiasi
  6. Unsur Pembangun Teks Negosiasi
  7. Ciri-ciri Teks Negosiasi
  8. Kaidah Kebahasaan Teks Negosiasi
  9. Cara Agar Negosiasi Berjalan Lancar
  10. Contoh Teks Negosiasi

Apakah kalian pernah melakukan tawar-menawar barang? Jika pernah, maka itu yang disebut negosiasi. Apakah kalian tahu apa itu teks negosiasi? Menurut Wikipedia, negosiasi adalah sebuah bentuk interaksi sosial saat pihak yang berkepentingan berusaha untuk saling menyelesaikan tujuan yang bertentangan dan berbeda.

Sedangkan menurut kamus Oxford, negosiasi adalah cara untuk mencapai suatu kesepakatan melalui cara diskusi formal. Negosiasi merupakan suatu proses saat kedua belah pihak mencapai perjanjian yang dapat memenuhi kepuasaan semua pihak yang terlibat dengan elemen-elemen kerja sama dan kompetisi.

Contoh kasus dari proses negosisasi, yakni pada saat Christopher Columbus meyakinkan Ratu Elizabeth untuk membiayai ekspedisinya saat Inggris berada dalam perang besar yang memakan banyak biaya.

Setelah kita mengetahui apa yang dimaksud dengan teks negosiasi. Belum lengkap rasanya jika kita tidak membahas juga tujuan/fungsi serta manfaat dari teks negosiasi.


Teks Negosiasi (Pengertian, Struktur, Ciri-ciri dan Contoh)

Fungsi atau Tujuan Teks Negosiasi

Tujuan/fungsi dari teks negosiasi ada 5 (lima), yaitu:

  • Untuk mencapai kesepakatan yang dapat diterima oleh kedua belah pihak yang sedang melakukan negosiasi.
  • Untuk mengatasi perselisihan atau sengketa pendapat dalam proses negosiasi.
  • Untuk memperoleh sesuatu hal dari pihak lain (tidak dapat dipaksakan).
  • Untuk menyelesaikan atau menyesuaikan perbedaan yang ada.
  • Berunding, untuk mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak dengan pihak yang lain dalam suatu proses terjadinya tawar-menawar.

Manfaat Teks Negosiasi

Sedangkan manfaat dari negosiasi adalah sebagai berikut.

  • Untuk menciptakan atau mendapatkan jalinan kerja sama antar institusi atau badan usaha maupun perorangan untuk melakukan sesuatu usaha atau kegiatan bersama atas dasar saling pengertian.
  • Dalam sebuah perusahaan, sebuah proses negosiasi akan memberikan manfaat-manfaat untuk menjalin hubungan bisnis yang lebih luas dan juga untuk mengembangkan pasar yang diharapkan memberikan peningkatan penjualan.

Selanjutnya kita akan membahas secara mendetail materi tentang teks negosiasi. Kami MateriBindo – Kumpulan Materi Bahasa Indonesia akan menjelaskan hal-hal yang patut untuk dibahas mengenai teks ini.

Pengertian Teks Negosiasi

Negosiasi bertujuan untuk menemukan kesepakatan antara pihak-pihak yang berbeda pendapat. Dalam teks negosiasi berisi pengungkapan pendapat-pendapat yang berbeda dari pihak-pihak yang terlibat dalam pembicaraan.

Teks negosiasi sering digunakan dalam kegiatan jual-beli, musyawarah, atau rapat yang menghasilkan satu keputusan yang diterima oleh semua pihak.

Dengan kata lain, teks negosiasi adalah teks yang menyajikan jalan tengah dari sejumlah perbedaan pendapat.

Jenis-Jenis Teks Negosiasi

Apa saja jenis/macam-macam negosiasi? Berikut ini jenis-jenisnya:

a. Negosiasi berdasarkan Situasi

1. Negosiasi Formal

Negosiasi formal adalah negosiasi yang terjadi dalam situasi formal. Ciri-cirinya yaitu adanya perjanjian atau hitam diatas putih yang sah secara hukum yang ada. Maka, pelanggaran yang terjadi dapat diperkarakan ke ranah hukum. Contohnya: negosiasi antar dua perusahaan.

2. Negosiasi Non-Formal atau Informal

Dalam kehidupan kita sehari-hari, negosiasi seperti ini dapat kita jumpai kapan saja, dimana saja dan dengan siapa saja. Contohnya: negosiasi antara pedagang dan pembeli. Negosiasi seperti ini tidak perlu adanya perjanjian khusus yang melibatkan hukum.

b. Negosiasi berdasarkan Jumlah Negosiator

1. Negosiasi dengan Pihak Penengah

Negosiasi ini dilakukan oleh 2 negosiator atau lebih dan adanya pihak penengah. Tugas dari pihak penengah ini untuk memberikan keputusan akhir dalam negosiasi yang sedang berlangsung. Contohnya: sidang di pengadilan.

2. Negosiasi tanpa Pihak Penengah

Negosiasi ini dilakukan oleh dua negosiator atau lebih tanpa adanya pihak penengah. Keputusan negosiasi ini tergantung pada pihak yang sedang bernegosiasi. Contohnya: negosiasi antara perwakilan OSIS dengan pihak sponsor.

c. Negosiasi berdasarkan Untung Rugi

1. Negosiasi Kolaborasi (win-win)

Dalam negosiasi ini, para negosiator berusaha untuk mencapai kesepakatan dengan menggabungkan kepentingan masing-masing.

2. Negosiasi Dominasi (win-lose)

Dalam negosiasi ini, negosiator akan mendapatkan keuntungan besar dari keputusan yang dicapai. Sementara itu, pihak lawan mendapat keuntungan lebih kecil.

3. Negosiasi Akomodasi (lose-win)

Dalam negosiasi ini, negosiator mendapat keuntungan sangat kecil bahkan sampai mengalami kerugian. Sementara itu, pihak lawan negosiasi mendapat keuntungan yang sangat besar bahkan bisa memperoleh keuntungan 100%.

4. Negosiasi Menghindar Konflik (lose-lose)

Dalam terjadinya negosiasi ini, kedua belah pihak menghindari konflik yang muncul. Akibatnya, tidak terjadi kesepakatan untuk menyelesaikan konflik.

Struktur Teks Negosiasi

Struktur teks negosiasi terdiri dari struktur secara umum, struktur negosiasi kompleks, struktur pihak bank.

Struktur Negosiasi secara Umum

Secara umum, struktur negosiasi adalah sebagai berikut.

  1. Negosiator: sebagai penutur dan mitra tutur.
  2. Pembuka: bagian ini penggiringan topik/basa-basi.
  3. Isi: bagian ini adalah inti pembicaraan negosiasi.
  4. Penutup: bagian ini merupakan pengambilan keputusan atau penyelesaian proses negosiasi.

Struktur Negosiasi Kompleks

Sedangkan, strukturnya yang kompleks adalah sebagai berikut. (struktur ini yang biasanya dipakai)

  1. Orientasi: bagian ini merupakan kalimat pembuka. Fungsinya untuk memulai negosiasi. Contohnya: salam.
  2. Permintaan: bagian ini suatu hal berupa jasa ataupun barang yang ingin dibeli oleh pembeli atau konsumen.
  3. Pemenuhan: bagian in pemenuhan hal berupa barang atau jasa dari pemberi jasa atau penjual kepada pembeli atau konsumen.
  4. Penawaran: bagian ini merupakan puncak terjadinya negosiasi/ terjadi tawar menawar.
  5. Persetujuan: bagian ini adalah keputusan antara kedua belah pihak untuk penawaran yang sudah diberikan.
  6. Pembelian: bagian ini keputusan konsumen atau pembeli jadi menerima/menyetujui penawaran itu atau tidak.
  7. Penutup: bagian ini berisi kalimat penutup atau salam penutup.

Struktur Pihak Bank

Struktur untuk pihak bank, adalah sebagai berikut.

  1. Orientasi
  2. Pengajuan
  3. Penawaran
  4. Persetujuan
  5. Penutup

Unsur Pembangun Teks Negosiasi

Adapun unsur-unsur dalam negosiasi adalah sebagai berikut.

  • Partisipan, biasanya pihak yang menyampaikan pengajuan dan pihak yang menawar. Pada beberapa negosiasi untuk memecahkan pertikaian atau konflik ada partisipan ketiga yang berperan sebagai penengah, perantara atau pemandu.
  • Adanya perbedaan kepentingan dari kedua belah pihak.
  • Ada pengajuan dan penawaran. Dan ada kesepakatan sebagai hasil negosiasi.
  • Ketika tidak terjadi kesepakatan berarti tidak terjadi negosiasi.

Ciri-ciri Negosiasi

Teks negosiasi mempunyai sejumlah ciri-ciri dilihat dari isinya. Berdasarkan isinya, ciri-ciri teks negosiasi sebagai berikut.

  • Memuat partisipan, yaitu pihak yang menyampaikan pengajuan dan pihak yang menawar. Pada beberapa negosiasi untuk memecahkan konflik atau pertikaian ada partisipan ketiga yang berperan sebagai perantara, penengah, atau pemandu.
  • Memuat perbedaan kepentingan dari kedua belah pihak.
  • Memuat pengajuan dan penawaran.
  • Berisi kesepakatan sebagai hasil negosiasi.

Ciri/Kaidah Kebahasaan Teks Negosiasi

Adapun kaidah kebahasaan teks negosiasi adalah sebagai berikut.

  • Menggunakan bahasa yang santun dan tidak menekan.
  • Menggunakan kalimat persuasif atau kalimat memengaruhi orang lain.
  • Menggunakan kalimat argumentasi.

Cara agar Negosiasi berjalan Lancar

6 (enam) tindakan yang dilakukan agar negosiasi berjalan dengan lancar yaitu sebagai berikut.

  1. Mengajak membuat kesepakatan
  2. Memberikan alasannya kenapa harus ada kesepakatan
  3. Membandingkan beberapa plihan
  4. Memperjelas serta menguji pandangan yang dikemukakan
  5. Mengevaluasi kekuatan dan komitmen bersama
  6. Menetapkan dan menegaskan kembali tujuan bernegosiasi.

Contoh Teks Negosiasi Singkat

1. Contoh Teks Negosiasi Singkat

Calon Penumpang : Bang, ke depan berapa?
Ojek : 10 Ribu, Mbak
Ca.Pen : Mahal sekali mas, 5ribu saja ya?
Ojek : Terlalu murah mbak, 8 ribu saja ya? Langsung berangkat.
Ca.pen : Oke mas. Langsung berangkat ya.

2. Contoh Teks Negosiasi Penawaran

Marketer : Boleh bu, rumahnya hanya Rp 150.000.000 dengan dua kamar
Calon Pembeli : Harganya mahal sekali mas, tidak ada diskon untuk pembayaran cash?
Marketer : Ada bu, tertarik? Kita boleh duduk dulu dan bicarakan lebih lanjut.
Cal. Pem : Oke, kalau ada diskon pembayaran langsung, saya tertarik beli.
Marketer : Iya, ada ini buk. Penawaran diskon terbaru untuk pembelian terbatas.
Cal. Pem : Oke coba saya lihat dulu.

3. Contoh Teks Negosiasi di Lingkungan Keluarga

Ayah : Setelah lulus SMP kamu mau sekolah apa nak?
Anak : Saya mau masuk SMA saja yah.
Ayah : Kenapa SMA Nak? Ayah berharapnya kamu masuk SMK nak.
Anak : Alasannya berapa pak. Lantas, ayah kenapa menyarankan masuk SMK?
Ayah : Ayah berpikiran, setelah lulus SMK kamu lebih mudah diterima bekerja.
Anak : Lebih cepat dapat kerja ya, yah? Kalau begitu saya mau.
Ayah : Baguslah, nanti kita pilih SMK yang terbaik untuk kamu.
Anak : Oke Pak.

4. Contoh Teks Negosiasi Jual Beli di Pasar

Pembeli : Bu, harga petainya berapaan ya?
Penjual : Harganya Rp 15.000 per tangkai, tapi hanya sisa empat tangkai buk.
Pembeli : Wah, mahal sekali ya. Tidak bisa kurang bu? Saya tawar Rp 10.000/tangkai?
Penjual : Tidak bisa buk, kalau ibu mau, saya kasih Rp 50.000 untuk semuanya.
Pembeli 2 : Biar saya saja yang beli bu, Rp 15.000/tangkai tidak apa. Saya ambil 3 tangkai.
Penjual : Tidak bisa seperti itu buk, Ibu ini yang duluan menawar. Bagaimana bu?
Pembeli : Ya sudah buk saya ambil semua Rp 50.000 ya.
Penjual : Oke, saya siapkan ya bu. Terimakasih.

5. Contoh Teks Negosiasi Jual Beli Handphone

Pembeli : Permisi, apakah disini menjual HP Samsung Note terbaru?
Penjual : Ada mas, silahkan masuk.
Pembeli : Kalau boleh tahu, berapa harganya ya?
Penjual : Harganya Rp 15.000.000,- tapi masih bisa kurang kok mas,
Pembeli : Wah mahal ya, bisa jadi 10 juta mas?
Penjual : Belum bisa mas, paling bisa jadi Rp 12.500.000. Tapi itu harga sudah dipotong diskon dan perlengkapan handphone lainnya. Gimana mas mau?
Pembeli : Wah terlalu mahal sebenarnya, apa tidak bisa kurang lagi?
Penjual : Ini harga paling murah disekitar sini mas, di toko lain belum tentu sama mas.
Pembeli : Ok deh, saya beli. Tapi bisa pakai kartu kreditkan?
Penjual : Bisa mas, kita cek kelengkapannya dulu ya.
Pembeli : Oke mas. Terimakasih.

Baca juga: 11+ Contoh Teks Negosiasi SINGKAT beserta Strukturnya

Cukup sekian dulu ya sobat pembahasan tentang Teks Negosiasi (Pengertian, Struktur, Ciri-ciri dan Contoh). SevenNesia pamit dulu. Semoga semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih. Jika ada kritik maupun saran bisa ditulis di kolom kementar.

Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Negosiasi
http://putradaffarel21.blogspot.co.id/2015/05/pengertian-tujuan-ciri-umum-ciri_5.html
http://skul-id.blogspot.co.id/2015/02/jenis-jenis-negosiasi.html
https://materibahasaindonesiadwinisa.blogspot.co.id/2017/01/unsur-unsur-pembangun-negoisasi.html

TEKS NEGOSIASI (Pengertian, Struktur Teks, Kaidah Kebahasaan dan Contoh Teks Negosiasi)


https://www.masukuniversitas.com/contoh-teks-negosiasi/

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*