Teks Anekdot (Pengertian, Jenis, Unsur, Tujuan dan Ciri-ciri Kebahasaannya)

Apa itu teks Anekdot, apa tujuannya dan bagaimana struktur dan ciri-cirinya? Mungkin sobat sedang mencari referensi dari pertanyaan itu. Baiklah kami akan bahas mater ini secara lengkap. Silahkan simak penjelasan materi tentang Teks Anekdot berikut ini.

TEKS ANEKDOT merupakan materi Bahasa Indonesia Kelas X (sepuluh) Sobat yang sudah kelas XI pasti sudah pernah mendengar materi ini. Tp tidak ada salahnya jika kita mempelajarinya lagi biar lebih paham. Oke!

Pernahkah kalian mendengar cerita-cerita lucu yang menggambarkan suatu kejadian/peristiwa karangan maupun kejadian yang sebenarnya dan kadang dimaksudkan untuk menyampaikan kritikan? Cerita lucu tersebut ialah teks anekdot.

Teks anekdot ini sering dijumpai di berbagai media-media, jika pada zaman dahulu banyak dijumpai di koran, namun dengan seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, teks ini sering kita jumpai pada media sosial.

Untuk mengetahui lebih lanjut apa itu teks anekdot atau teks humor, SevenNesia akan merangkum poin-poin penting pada teks anekdot yaitu sebagai berikut:

Contents

  1. Pengertian Teks Anekdot
  2. Struktur Teks Anekdot
  3. Ciri-ciri Teks Anekdot
  4. Langkah Menganalisis Teks Anekdot
  5. Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot
  6. Tujuan Teks Anekdot
  7. Unsur-unsur Teks Anekdot
  8. Kaidah Penulisan Teks Anekdot
  9. Contoh Teks Anekdot

Teks Anekdot: Pengertian, Ciri, Struktur, dan Contoh Lengkap

Pengertian Teks Anekdot

Apa itu teks anekdot? Pengertian teks anekdot akan kami bagi menjadi dua, yaitu pengertian teks anekdot secara umum dan pengertian teks anekdot menurut para ahli. Oke, lansung saja simak penjelasan singkat dibawah ini :

Secara umum,

Teks Anekdot adalah cerita singkat yang di dalamnya mengandung unsur humor, guyonan, lucu dan kadang mempunyai maksud untuk menyampaikan sebuah kritikan.

Pengertian Teks Anekdot menurut Para Ahli,

Wikipedia

Anekdot adalah sebuah cerita singkat dan lucu atau menarik, yang mungkin menggambarkan kejadian atau orang sebenarnya.

KBBI

Anekdot ialah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan berdasarkan kejadian yang sebenarnya

Baca selengkapnya: 14+ Pengertian Teks Anekdot Menurut Para Ahli

Struktur Teks Anekdot

Struktur teks anekdot terdiri dari lima macam, antara lain:

1. Abstraksi

Struktur yang pertama yaitu abstraksi/abstrak. Bagian ini terletak pada awal paragraf, berisi gambaran awal tentang isi teks tersebut.

2. Orientasi

Struktur yang kedua yaitu orientasi. Bagian ini awal kejadian cerita atau bagian yang menjelaskan latar belakang terjadinya suatu peristiwa atau kejadian yang terjadi pada teks.

3. Event

Struktur yang ketiga yaitu Event, berisi rangkaian peristiwa yang terjadi.

4. Krisis

Strutur yang keempat yaitu krisis. Bagian ini menjelaskan pokok permasalahan utama yang terjadi pada teks.

5. Reaksi

Struktur yang kelima yaitu reaksi. Bagian ini berupa penyelesaian masalah yang timbul dalam bagian struktur ketiga yaitu krisis.

6. Koda

Struktur yang keenam yaitu koda. Bagian ini berisi perubahan yang terjadi pada tokoh.

7. Re-orientasi

Struktur yang terakhir adalah reorientasi yang merupakan bagian terakhir atau penutup dalam teks.

Ciri-ciri Teks Anekdot

Untuk lebih memahami bagaimana teks anekdot itu, apa perbedaan dari teks lainnya. Berikut ini ciri-ciri teks anekdot:

  1. Mengandung lelucon atau humor, bisa diartikan teks anekdot itu berisi kisah-kisah lucu.
  2. Teks anekdot bersifat menyindir, artinya teks tersebut kadangkala memiliki sifat menyindir tetapi lucu.
  3. Bersifat menggelitik, membuat pembacanya terhibur dengan lelucon yang ada dalam teks.
  4. Memiliki tujuan tertentu.
  5. Bisa jadi mengenai orang-orang penting.
  6. Kisah yang disajikan hampir seperti dongeng.
  7. Menceritakan tentang karakter hewan atau manusia yang terhubun secara umum dan realistis.

Kaidah Kebahasaan Teks Anekdot

Menurut Pardiyono (2007), teks anekdot banyak mempergunakan kalimat deklaratif dan pernyataan kausal pada bagian abstrak. Penggunaan bentuk lampau sangat dominan karena anekdot berisi suatu paparan cerita atau kejadian konyol di masa lalu.

Penggunaan konjungsi sudah pasti sangat diperlukan untuk menunjukkan urutan peristiwa.

Berikut ini uraian mengenai ciri kebahasaan dalam teks anekdot menurut para ahli.

Kaidah kebahasaan dalam teks anekdot adalah sebagai berikut.


1. Menurut Tim Cerdas Komunika (2013:5)

  • Berupa lelucon
  • Mengandung kebenaran tertentu.

2. Menurut Kemendikbud (2013:112)

  • Menggunakan pernyataan retorika, seperti: apakah kalian tahu?
  • Menggunakan kata sambung (konjungsi) waktu, seperti: setelah itu, kemudian, selanjutnya, dan lain-lain.
  • Menggunakan kata kerja, seperti: tulis, pergi, dan lain-lain.
  • Menggunakan kalimat perintah.

a. Teks Anekdot menggunakan Kalimat Deklaratif

Apa yang dimaksud dengan kalimat deklaratif? Kalimat deklaratif adalah kalimat yang isinya hanya meminta pedengar atau yang mendengar kalimat itu untuk memperhatikan saja, tidak usah melakukan apa-apa, sebab maksud si pengujar hanya untuk memberitahukan saja (Chaer & Agustina, 2010:50).

Austin membedakan kalimat deklaratif berdasarkan maknanya menjadi kalimat konstatif dan kalimat performatif.

  • Kalimat konstatif adalah kalimat yang berisi pernyataan belaka, sedangkan
  • Kalimat performatif adalah kalimat yang berisi perlakuan.

b. Teks Anekdot menggunakan Konjungsi

Apa itu konjungsi? Konjungsi adalah kata atau gabungan kata yang berfungsi menghubungkan bagian ujaran yang mungkin berupa kata dengan kata, frase dengan frase, klausa dengan klausa, maupun kalimat dengan kalimat.

Misalnya kata-kata dan, sedangkan, meskipun pada kalimat-kalimat berikut adalah sebuah konjungsi.

  • Kami berjuangan untuk bangsa dan negara.
  • Tamu sudah banyak yang hadir sedangkan beliau belum juga datang.
  • Meskipun kami miskin, kami tidak mau melakukan pekerjaan itu.

Ada 2 (dua) macam konjungsi yaitu konjungsi intrakalimat dan konjungsi antarkalimat.

  1. Konjungsi intrakalimat berfungsi menghubungkan kata dengan kata, frase dengan frase, atau klausa dengan klausa yang berada di dalam sebuah kalimat.
  2. Konjungsi antarkalimat adalah kata atau gabungan kata yang menghubungkan kalimat dengan kalimat atau paragraf dengan paragraf berikutnya

c. Teks Anekdot menggunakan Pernyataan Kausal

d. Teks Anekdot menggunakan Bentuk Kalimat Lampau

Tujuan Teks Anekdot

Apa tujuan dibuatnya anekdot? Ini dia alasannya.

  • Untuk membangkitkan tawa para pembaca/pendengar.
  • Sebagai sarana penghibur.
  • Sebagai sarana pengkritik.
  • Menggambarkan karakter-karakter dengan singkat.
  • Mengandung makna seputar kenangan-kenangannya.

Unsur-Unsur Teks Anekdot

Menurut Sarwono (2014) menyatakan bahwa unsur-unsur pembangun teks anekdot sebagai berikut.

1. Tema Cerita

Merupakan gagasan umum yang menjadi dasar dalam pengembangan seluruh cerita.

2. Tokoh

Tokoh adalah pelaku yang ada di dalam cerita/teks anekdot.

3. Latar

Latar dibedakan menjadi tiga, yaitu: latar tempat, latar waktu, dan latar sosial.

4. Sudut Pandang

Sudut pandang merupakan teknik yang dipilih oleh pembuat cerita untuk mengemukakan gagasan dan ceritanya. Sudut pandang dalam cerita dibagi menjadi dua macam, yaitu sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga.

5. Gaya Bahasa dan Nada

Gaya bahasa dalam cerita/teks anekdot berfungsi sebagai penyapa gagasan, sedangkan nada merupakan ekspresi yang ditunjukkan pencerita.

Langkah-langkah Menganalisis Teks Anekdot

Sebutkan langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam menganalisis teks anekdot? Bagaimana sih caranya? Untuk mengapresiasikan teks anekdot sebagai ciptra sastra, seorang apresiator harus memiliki bekal awal.

Berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan dalam menganalisis teks anekdot.

  1. Dengan membaca buku.
  2. Membaca teks anekdot secara seksama sampai memahami dan menikmati teks anekdot tersebut.
  3. Mengidentifikasi jati diri teks anekdot melalui kepemilikan pengetahuan dan pengalaman mengidentifikasi struktur teks yang membangun teks anekdot tersebut.
  4. Mengidentifikasi penggunaan bahasa yang digunakan dalam teks anekdot tersebut.
  5. Menyimpulkan teks anekdot tersebut berdasarkan struktur dan kaidahnya.

Jadi, untuk mendapatkan hasil secara maksimal dalam menganalisis teks anekdot haruslah mengikuti beberapa cara tersebut.

Tujuannya untuk memudahkan siswa dalam menganalisis teks anekdot sehingga tercapai apa yang siswa ingin tahu dan jelas.

Dengan mengikuti langkah yang telah tersusun dimulai dari membaca teks, siswa harus menyimak dengan baik apa yang disampaikan dalam teks anekdot kemudian mencari struktur dan kaidah yang membangun teks tersebut.

Kaidah Penulisan Teks Anekdot

Di dalam Tim Cerdas Komunika dikatakan, bahwa teks anekdot memiliki beberapa kaidah penulisan sebagai berikut.

  1. Berupa lelucon.
  2. Mengandung kebenaran tertentu.

Menurut Tim Kemendikbud mengatakan, bahwa kaidah penulisan teks anekdot sebagai berikut.

Disajikan dalam bahasa yang lucu dan berisi peristiwa-perisitwa yang membuat jengkel atau konyol bagi partisipan yang mengalaminya, Perasaan jengkel dan konyol seperti itu merupakan krisis yang ditanggapi dengan reaksi dari pertentangan antara nyaman dan tidak nyaman, puas dan frustasi, serta tercapai dan gagal.

Contoh Teks Anekdot

LGBT

Suatu ketika di sebuah kafe berkumpullah tiga orang rekan bisnis yang sedang berdiskusi tentang isu yang sedang menghangat saat ini yakni LGBT. Mereka semua telah menikah dah satu diantaranya berpoligami dengan tiga orang istri.

Jono : “Begini Jon, akhir-akhir ini aku perhatikan kamu bertingkah sangat aneh. Kamu tidak seperti biasanya Jon.”
Joni : “aneh bagaimana? Aku sama seperti dulu. Sahabat kalian.”
Junu: “Begini Jon, selama ini kami semua memerhatikan gerak-gerik kamu yang mencurigakan.”
Joni : “mencurigakan bagaimana maksudmu?”
Jono : “kamu sering sekali pulang kantor cepat-cepat dan kamu selalau pindah-pindah tempat pulang ya.”
Joni : “aku memang dari dulu begitu kan?”
Junu : “justru itu masalahnya. Jangan-jangan kamu ini LGBT ya?”
Joni :“Astaghfirullah, amit-amit. aku ini normal Jun. aku punya istri lebih banyak dari kalian. Itu tandanya aku normal kan?”
Jono : “justru itu, istri kamu tiga makanya kamu ini LGBT, Laki Ganteng Bini Tiga! Ha..ha..ha.”
Junu : “ha..ha. kena dia.”
Joni : “ampun dah.”

Sebuah Nasehat Orang Tua (Ruangseni.com)

Malam hari adalah waktu yang tepat untuk berkumpul dengan keluarga inti, sekedar menonton televisi bersama atau mengobrol santai tentang pengalaman guru adalah guru terbaik. Malam itu ayah memberikan nasehat kepada Rani dan Toni bahwa di dalam hidup mereka harus banyak belajar banyak hal serta rajin bergaul dengan siapapun baik di sekolah maupun di lingkungan masayarakat.

Toni : “Ayah kenapa kita harus banyak belajar dan memperluas wawasan kita?”
Ayah: “Karena sekarang belajar tak hanya dari guru di sekolah. Kita bisa memperluas wawasan dari televisi, buku, internet dan teman di sekitar kita. Sekarang bukan zamannya guru menjadi sumber utama, kalian harus banyak memperluas pertemanan juga”.
Rani: “Lalu apa gunanya dari kita memperluas wawasan dan pertemanan itu yah?”
Ayah : “Karena memelalui berbagai hal tersebut, kita dapat menambah pengalaman. Ada pepatah Pengalaman adalah guru yang paling baik, karena tidak pernah memberikan Pekerjaan Rumah (PR).

Perokok vs Perawat

Suatu ketika di rumah sakit terjadi percakapan ringan antara perokok dan perawat. Obrolan ringan tersebut memuat tentang pasien rumah sakit yang sebagian besar bukan perokok. Mereka berdiskusi tentang siapa yang meninggal duluan? Perokok ataukah bukan perokok.

Perokok : “Kamu tahu tidak mengapa sebagian besar pasien di rumah sakit itu dirawat bukan karena asbab mereka merokok?”
Perawat : “Loh, kenapa bisa begitu? Bukankah perokok itu lebih berpotensi terkena berbagai macam penyakit? Hmm, kalau saya perhatikan sih pasien di rumah sakit ini sebagian besar bukan perokok.”
Perokok : “nah, itu tandanya kalau merokok ataupun tidak ya sama saja. kalau sudah takdirnya sakit ya sakit saja.”
Perawat : “(diam dan berpikir sejenak)”
Perokok : “hei. Kamu ini di ajak diskusi kok diam saja. jawab dong! Kenapa kebanyakan orang yang sakit itu bukan perokok? Justru perokok seperti saya ini masih bisa beraktivitas apa saja.”
Perawat : “Saya tahu kenapa kebanyakan pasien di rumah sakit ini bukan perokok.”
Perokok : “kenapa coba?”
Perokok : “Para perokok tidak perlu di rawat ke rumah sakit, karena ketika dalam perjalanan ke rumah sakit, mereka sudah meninggal duluan pak.”

Baca selengkapnya: [UPDATE] Contoh Teks Anekdot Singkat, Lucu Beserta Struktur Teksnya

Demikianlah tadi penjelasan mengenai materi teks anekdot yang kami rangkum dari berbagai sumber. Kami kira penjelasan tersebut cukup lengkap. Apabila dirasa masing kurang, sobat bisa googling lagi supaya lebih paham mengenai materi ini.

Semoga apa yang kami bagikan dapat bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terimakasih.

Referensi:
https://www.materibindo.com/2018/04/teks-anekdot.html
repository.unpas.ac.id/13303/5/11%20BAB%20II.pdf
eprints.uny.ac.id/…/1/Emy%20Lestari%20I%2010201241020.pdf

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. 14+ Pengertian Teks Anekdot Menurut Para Ahli – Materi Bhs Indon
  2. Cerita Dongeng (Pengertian, Jenis, Struktur, Ciri Kebahasaan dan Fungsinya) – Materi Bhs Indon
  3. Cerita Dongeng (Pengertian, Jenis, Struktur, Ciri Kebahasaan dan Fungsinya) - SevenNesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*