Pengertian Afiksasi; Jenis Afiksasi, Macam dan Contohnya

Selamat sore sobat. Pada kesempatan kali ini Sevennesia akan membahas materi tentang Afiksasi. Apa itu afikasi? Pengertian afiksasi adalah proses memberi imbuhan pada kata dasar. Afiksasi merupakan salah satu proses morfologi. Berikut kami akan menguraikan pengertian afikasi secara detail untuk Anda.

Pengertian Afiksasi

Sebagaimana disebutkan di atas afiksasi adalah proses memberi imbuhan pada kata dasar. Afiksasi merupakan salah satu proses morfologi.

Menurut Nurhayati, proses pengimbuhan afiks atau wuwuhan adalah proses pengimbuhan pada satuan bentuk tunggal atau bentuk kompleks untuk membentuk morfem baru atau satuan yang lebih luas.

Berbeda dengan pendapat Ramlan, proses afiksasi merupakan proses pembubuhan afiks, yaitu pembubuhan afiks pada sesuatu satuan, baik satuan itu bentuk tunggal maupun bentuk kompleks untuk membentuk kata.

Pembubuhan imbuhan (afiks) pada suatu bentuk kata dalam bahasa Jawa sering disebut dengan wuwuhan ‘kata berimbuhan’. Menurut Cahyono, afiks merupakan bentuk terikat yang apabila ditambahkan pada bentuk lain akan merubah nosi gramatikalnya.

Yasin menyatakan bahwa nosi ialah arti yang timbul sebagai akibat proses morfologi. Kata yang dibentuk dengan proses afiksasi itu disebut kata berafiks. Ada empat jenis afiks, yaitu prefiks, sufiks, infiks dan konfiks.

Poedjosoedarmo menyatakan bahwa dalam proses afiksasi kata dibentuk dengan mengimbuhkan awalan, sisipan, akhiran, atau gabungan dari imbuhan-imbuhan itu pada kata dasarnya.

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa proses afiksasi adalah proses melekatnya imbuhan pada suatu bentuk tunggal ataupun kompleks untuk membentuk suatu kata. Kata yang dihasilkan oleh proses afiksasi merupakan kata berafiks.

Macam Jenis Afiksasi dan Contoh Afiksasi

Terdapat beberapa macam-macam afiksasi dalam bahasa Indonesia, yaitu prefiks (awalan), infiks (sisipan), sufiks (akhiran), konfiks, dan simulfiks.

1. Prefiks (Awalan)

Prefiks merupakan salah satu jenis afiksasi yang produktif. Pengertian prefiks atau awalan adalah afiks yang ditempatkan di bagian muka suatu kata dasar. Berikut ini diuraikan jenis-jenis prefiks dalam bahasa Indonesia yang meliputi prefiks {ber-}, {per-}, {ke-}, {se-}, {peN-}, {di-}, {meN-}, dan {ter-}.

Contoh Prefiks:

{ber-}

ber- + kerja = bekerja
ber- + main = bermain
ber- + ajar = belajar

{ke-}

ke- + satu = kesatu
ke- + hendak = kehendak
ke- + kasih = kekasih
ke- + tahu = ketahu

{se-}

se- + rumah = serumah
se- + minggu = seminggu
se- + luas = seluas
se- + belum = sebelum

{peN-}

peN- + ambil = pengambil
peN- + garap = penggarap
peN- + makan = pemakan
peN- + latih = pelatih
peN- + datang = pendatang
peN- + jual = penjual
peN- + pukul = pemukul
peN- + sayang = penyayang
peN- + bom = pengebom

{di-}

Dia ditangkap polisi tadi malam.
Adik sedang belajar di perpustakaan.

Pada kalimat di atas, di- pada kata ditangkap adalah sebuah prefiks, sedangkan di- pada kata di perpustakaan merupakan sebuah kata depan.

{meN-}

meN- + ambil = mengambil
meN- + latih = melatih
meN- + tanam = menanam
meN- + fitnah = memfitnah
meN- + jawab = menjawab
meN- + tik = mengetik

{ter-}

ter- + angkat = terangkat
ter- + kejut = terkejut
ter- + lena = terlena
ter- + rasa = terasa
ter- + rawat = terawat

2. Infiks (Sisipan)

Pengertian infiks atau sisipan adalah afiks yang diselipkan di tengah kata dasar. Infiksasi dalam bahasa Indonesia kini sudah tidak produktif lagi. Pembubuhan infiks tersebut di antara konsonan dan vokal pada suku pertama kata dasar.

Pemakaian infiks dalam bahasa Indonesia hanya terbatas pada kata-kata tertentu. Infiks yang terdapat dalam bahasa Indonesia adalah {-el-}, {-em-}. {-er-}, dan {-in-}.

Contoh Infiks:

{-el-}

Telunjuk gadis itu luka tergores pisau.
Anak itu sedang bermain dengan gelembung-gelembung sabun.

{-em-}

Setiap hari aku mendengar gemerincing delman lewat di depan rumahku.
Anak itu gemetar ketakutan ketika ketahuan mencuri.

{-er-}

Seruling itu terbuat dari bambu.
Gerigi gergaji itu sudah tumpul.

{-in-}

Kita harus menjaga kesinambungan antara kedua pernyataan itu.

3. Sufiks (Akhiran)

Pengertian sufiks adalah morfem terikat yang ditempatkan di bagian belakang kata. Pendapat yang sama dikemukakan oleh Putrayasa yang menyatakan sufiks atau akhiran adalah morfem terikat yang diletakkan di belakang suatu bentuk dasar dalam membentuk kata.

Kridalaksana menyebutkan sufiks-sufiks dalam bahasa Indonesia yaitu sufiks {-an}, {-i}, {-kan}, {-nya}, {-in}, {-al}, {-il}, {-iah}, {-fi}, {-ik}, {-is}, {-istis}, {-at}, {-si}, {-ika}, {-ir}, {-ur}, {-ris}, {-us}, {-isme}, {-is}, {-isasi}, {-isida}, {-ita}, {-or}, dan {-tas}.

Selain sufiks-sufiks di atas, terdapat pula sufiks serapan lain, seperti {-man, {-wan}, dan {-wati}.

Contoh Sufiks:

{-an}

Seluruh daratan Eropa sudah dikuasai tentara sekutu.
Ia pasti akan mendapatkan hukuman yang setimpal.

{-i}

Tentara itu menembaki benteng musuh.
Desa yang akan kita kunjungi berada di balik bukit itu.

{-kan}

Tolong bukakan pintunya.
Jangan bidikkan pistol itu kepadaku.

4. Konfiks

Pengertian konfiks adalah kesatuan afiks yang secara bersama-sama membentuk sebuah kelas kata. Konfiks diimbuhkan secara serentak atau bersamaan pada bentuk dasar. Konfiks adalah satu morfem dengan satu makna gramatikal.

Berikut ini akan diuraikan konfiks-konfiks dalam bahasa Indonesia, yang meliputi konfiks {ke-an}, {per-an}, {peN-an}, {ber-an}, {ber-kan}, dan {se-nya}.

Contoh Konfiks:

{ke-an}

Kenakalan

{per-an} -> {pe-an} {pe-lan}

Perdagangan, petanian, perkotaan, pertokoan, perindustrian.

Pegunungan, pedalaman, pedesaan.

Pelajaran.

{peN-an} -> {pe-an}, {pem-an}, {pen-an}, {peny-an}, {peng-an} dan {penge-an}.

Pelarian, perawatan, penantian.

Pembinaan, pemisahan, pemotongan.

Penjualan, pencegahan, pencarian.

Penyaringan, penyetoran, penyusunan.

Pengiriman, penghabisan, pengairan.

Pengetikan, pengelasan, pengesahan.

{ber-an}

Bermunculan.

{ber-kan}

Negara Indonesia adalah negara yang berdasarkan Pancasila.

{se-nya}

Sepenuh-penuhnya, serajin-rajinnya, sekuat-kuatnya, setinggi-tingginya.

5. Simulfiks

Simulfiks adalah gabungan dari dua macam imbuhan atau lebih yang tiap-tiap unsurnya tetap mempertahankan arti dan fungsinya masing-masing.

Contoh Simulfiks:

{meN-kan}

meN + tiru + kan = menirukan
meN + cerita + kan = menceritakan
meN + terang + kan = menerangkan

{meN-i)

meN + sebrang + i = menyebrangi
meN + nikah + i = menikahi

Itulah tadi pengertian afiksasi beserta macam-macam afiksasi dan contohnya. Disarankan bagi Anda untuk mengetahui juga macam-macam majas di bawah ini.

Baca juga: Kalimat Aktif dan Pasif (Pengertian, Ciri, Jenis & Contohnya)

Demikianlah penjelasan dari Sevennesia tentang pengertian afiksasi beserta jenis-jenis dan contoh afiksasi. Jika ada pertanyaan atau komentar jangan segan untuk menulisnya di kolom komentar. Semoga bermanfaat bagi Anda. Sekian dan terima kasih.

Terima kasih ya sobat atas kunjungannya. Semoga website SevenNesia dot Com ini bisa membatu sobat dalam belajar Bahasa Indonesia, dan nilai bahasa Indonesia sobat semakin memuaskan. Komentar, saran dan kritik dari sobat kami harapkan demi kemajuan website ini. Terima kasih..

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.