Cerita Fabel (Pengertian, Jenis, Struktur, Ciri-ciri Kebahasaan, dan Contohnya)

Sobat pasti sering mendengar atau membaca cerita fabel, entah di internet, sosmed, koran atau lainnya. Tp mungkin tidak semuanya mengerti pengertian tentang apa itu cerita fabel. Baik disini kami akan membahas materi tentang cerita fabel.

Teks cerita fabel merupakan materi bahasa Indonesia kelas VIII (delapan) – Materi ini meliputi Cerita Fabel (Pengertian, Jenis, Struktur, Ciri-ciri Kebahasaan, dan Contohnya).

Contents/isi

  1. Tujuan Teks Cerita Fabel
  2. Manfaat Teks Cerita Fabel
  3. Pengertian Teks Cerita Fabel
  4. Jenis Teks Cerita Fabel
  5. Unsur dalam Fabel
  6. Struktur Teks Cerita Fabel
  7. Ciri-ciri Umum Teks Cerita Fabel
  8. Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Fabel
  9. Contoh Teks Cerita Fabel

Apa itu teks cerita fabel? secara singkat, adalah cerita mengenai kehidupan binatang/hewan yang berperilaku seperti/mirip manusia.

Setelah kita mengetahui apa yang dimaksud dengan teks cerita fabel, sebaiknya kita tahu juga tujuan dan manfaatnya.

Cerita Fabel (Pengertian, Jenis, Struktur, Ciri-ciri Kebahasaan, dan Contohnya)

Tujuan Teks Cerita Fabel

    • Memberikan motivasi, petuah, semangat bagi anak-anak dengan cerita yang imajinatif , menarik dan menghibur serta mudah dipahami oleh nalar anak-anak.
    • Untuk menghibur para pendengar/pembaca dan menyampaikan sebuah pesan moral yang terkandung di dalam cerita.
  • Menyampaikan sebuah nasihat yang menyenangkan dan menarik kepada anak-anak.

Manfaat Teks Cerita Fabel

  • Mengetahui berbagai pesan dan amanah yang disampaikan dari cerita fabel.
  • Agar masyarakat bisa memahami isi dari cerita bacaan dan mengambil inti sari dari cerita fabel tersebut.

Agar kita memahami lebih jauh tentang materi teks cerita fabel, Materi Bindo akan menjelaskan hal-hal terpenting menurut kami.

Pengertian Teks Cerita Fabel

Teks Cerita Fabel adalah teks yang menceritakan tentang kehidupan hewan atau binatang yang berperilaku seperti halnya manusia.

Fabel merupakan cerita khayalan/fiksi. Fabel disebut juga dengan cerita moral karena mengandung amanat dan pesan yang berkaitan dengan moral manusia.

Cerita fabel bukan hanya mengisahkan mengenai kehidupan binatang saja, melainkan juga mengisahkan tentang bagaimana kehidupan manusia dengan seluruh karakter yang dimilikinya.

Jenis-jenis Teks Cerita Fabel

Ada 5 macam jenis teks cerita fabel yaitu sebagai berikut.

1. Berdasarkan dari waktu kemunculannya

  1. Fabel Klasik: merupakan cerita yang sudah ada sejak zaman dahulu kala, namun tidak diketahui persis waktu munculnya, yang diwariskan secara turun-temurun lewat lisan. Ciri-cirinya: cerita sangat pendek, tema sederhaa, kental dengan petuah, sifat hewani sangat melekat.
  2. Fabel Modern: merupakan ceria yang ada dalam waktu belum lama dan sengaja ditulis oleh pengarang/pembuat sebagai ekspresi kesastraan. Ciri-cirinya: cerita bisa pendek/panjang, tema rumit, kadang berupa epik/saga, karakter tokoh unik.

2. Berdasarkan asal dan ruang lingkup

  1. Fabel Lokal/Kedaerahan: merupakan fabel yang berasal dari suatu daerah dan penyebarannya terbatas pada ruang lingkup daerah itu sendiri.
  2. Fabel Nusantara: merupakan fabel berasal dari suatu daerah yang telah menyebar ke seluruh pelosok nusantara.
  3. Fabel Internasional: merupakan fabel berasal dari suatu negara dan telah menyebar luas ke seluruh pelosok dunia.

3. Berdasarkan penggunaan latar dan pemberian watak

  1. Fabel Alami: yaitu fabel yang menyandarkan sifat-sifat tokoh (para binatang) sesuai dengan karakter aslinya, contohnya: siput yang lambat menyusuri semak-semak.
  2. Fabel Adaptasi: yaitu fabel yang menyandarkan sifat-sifat tokoh berbeda dengan aslinya, contohnya: kancil pemarah yang jago kungfu dan memiliki perguruan bela diri.

4. Berdasarkan kemunculan pesan

  1. Fabel Koda: yaitu fabel yang menampilkan pesan secara jelas di akhir cerita.
  2. Fabel tanpa Koda: yaitu fabel yang tidak menampilkan pesan secara jelas diakhir cerita, melainkan tersimpan secara tersirat di dalam cerita.

5. Berdasarkan isi dan kandungan cerita

  1. Fabel Jenaka: fabel yang mengandung cerita-cerita lucu dan dapat mengundang tawa pembaca.
  2. Fabel Tragedi: fabel yang mengandung cerita-cerita sedih dan dapat mengundang keprihatinan pembaca.
  3. Fabel Romantika: fabel yang mengandung kisah romantis dan percintaan.
  4. Fabel Heroik: fabel yang mengadnung cerita kepahlawanan dan perjuangan.

Unsur-Unsur Dalam Fabel

Di dalam teks fabel, unsur-unsur yang dapat dijadikan sumber identifikasi terdiri dari:

  • Tema: ide/gagasan inti sebuah cerita
  • Latar: meliputi latar tempat, sosial, waktu dan emosional
  • Tokoh: para pelaku yang terdapat di dalam cerita (hewan)
  • Watak tokoh: sifat-sifat yang digambarkan oleh tokoh cerita
  • Konflik: permasalahan dalam cerita
  • Amanat: pesan dan amanat yang terkandung di dalam cerita
  • Sudut pandang: cara penceritaan yang digunakan dalam cerita
  • Tujuan komunikasi fabel: mengihbur, mendidik dan menginspirasi
  • Alur: jalan cerita pada teks
  • Pesan: pesan yang ingin disampaikan penulis/pengarang kepada pembaca

Struktur Teks Cerita Fabel

Struktur teks fabel terdiri dari 4 struktur dapat dijabarkan sebagai berikut:

  1. Orientasi (pengenalan): bagian pendahuluan/pembukaan, dalam bagian ini ada latar peristiwa, nama tokoh, dan permasalahan yang dialami oleh tokoh.
  2. Komplikasi (permasalahan): bagian ini adalah permasalahan yang dialami tokoh, bagian komplikasi biasanya menjadi bagian cerita yang sangat panjang. Terdiri dari beberapa masalah dengan satu masalah yang sangat runyam disebut juga klimaks/puncak masalah.
  3. Resolusi (pemecahan masalah): dalam teks fabel hanya ada satu masalah utama, sehingga bisa diselesaika ndengan mudah.
  4. Koda (pesan moral): bagian ini bisa ada bisa juga tidak, namun kebanyakan ada. Hal ini karena tujuan utama teks fabel untuk mengajarkan nilai-nilai kebaikan dengan meminjam tokoh binatang.

Ciri-ciri Umum Teks Cerita Fabel

Ciri-ciri umum dari teks cerita fabel yaitu:

  • Tokoh yang berperan dalam cerita fabel adalah para binatang.
  • Tema ceita fabel banyak tentang hubungan sosial.
  • Watak yang digambarkan oleh para tokoh (binatang) seperti karakter manusia yaitu baik, buruk, penyabar, pemarah, dan lain sebagainya.
  • Tokoh-tokoh dalam fabel diperankan oleh para binatang dapat berkomunikasi, berpikir dan bertingkah layaknya manusia.
  • Sudut pandang yang digunakan orang ketiga.
  • Jalan cerita alur maju.
  • Konflik meliputi permasalahan dunia binatang yang mirip dengan kehidupan manusia.
  • Fabel dilengkapi dengan penggunaan latar tempat, latar waktu, latar sosial, dan latar emosional.
  • Fabel bersifat naratif, dialog yang mengandung kalimat langsung, dan bahasanya informal atau bahasa tidak baku.
  • Mengandung amanat dan pesan untuk pembaca.

Kaidah Kebahasaan Teks Cerita Fabel

Adapun kaidah kebahasaan teks cerita fabel adalah sebagai berikut.

  • Kata kerja aktif transitif dan aktif intransitif: contoh kata kerja aktif trasifit adalah memegang, mengangkat, mengendari dan lain sebagainya. Contoh kata kerja aktif intransitif adalah diam, merenung, berpikir dan lain sebagainya.
  • Penggunaan kata sandang si dan sang: contohnya sang kerbau, si kecil.
  • Penggunaan kata keterangan tempat dan waktu: contohnya pada suatu malam.
  • Penggunaan kata hubung lalu, kemudian dan akhirnya: contohnya lalu, sang kerbau menginjak ranting pohon.

Contoh Teks Cerita Fabel beserta Strukturnya

Cerita Fabel Singa dan Beruang

Orientasi

Suatu hari singa mengajak beruang untuk berburu bersama. Beruang setuju karena dia juga sedang lapar. Mereka segera menuju padang rumput karena di sana banyak mangsa.

Tiba di padang rumput, singa dan beruang bersembunyi di antara semak-semak. Masing-masing mengincar mangsa yang akan mereka kejar.

Komplikasi

Setelah mengamati mangsa yang ada, singa dan beruang keluar dari tempat persembunyian secara bersamaan. Mereka mulai mengejar mangsa. Tanpa disadari, mereka mengejar mangsa yang sama, seekor anak rusa.

Dengan mudah, anak rusa itu bisa tertangkap. Singa dan beruang langsung bertengkar memperebutkan anak rusa itu.

“Ini Mangsaku. Aku menangkapnya dengan gigitanku yang kuat,” kata singa.

Beruang tidak mau kalah, “Tidak, ini rusaku. Aku juga menangkapnya .”

Mereka terus memperebutkan anak rusa itu. Saat hari sudah sore, singa dan beruang akhirnya berhenti berebut. Mereka lelah dan hanya duduk tanpa bisa menggerakan badan.

Rupanya, dari tadi serigala mengamati pertengkaran mereka. Mengetahui kalau saat ini singa dan beruang sudah lelah.

“Ah, ini kesempatanku untuk merebut anak rusa itu,” pikir serigala.

Serigala segera berlari dan merebut anak rusa. “Terima kasih ya. Kalian baik sekali memberiku anak rusa yang lezat ini,” kata serigala sambil tersenyum.

Resolusi

Dengan sisa tenaga, singa dan beruang berusaha merebut kembali mangsa mereka. Namun, mereka sudah telalu lelah. Akhirnya, anak rusa itu dibawa kabur serigala.

Koda

“Semua salah kita. Kalau saja kita mau berbagi, pasti kita sama-sama kenyang sekarang,” kata mereka dengan wajah yang terlihat menyesal.

Artikel terkait : 5+ Contoh Teks Cerita Fabel Singkat Lengkap Beserta Strukturnya

Itulah materi tentang teks cerita fabel yang kami sajikan malam ini. Semoga materi ini bermanfaat bagi anda. Terimakasih atas kunjungannya.

Referensi :
https://www.materibindo.com/2018/05/teks-cerita-fabel.html

3 Trackbacks / Pingbacks

  1. Cerita Dongeng (Pengertian, Jenis, Struktur, Ciri Kebahasaan dan Fungsinya) – Materi Bhs Indon
  2. Teks Eksemplum (Penjelasan dan Contoh) – Materi Bhs Indon
  3. Cerita Dongeng (Pengertian, Jenis, Struktur, Ciri Kebahasaan dan Fungsinya) - SevenNesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*